Monday, December 15, 2014

Bagaimana melatih verbal/bahasa anak-anak?

Sering bertanya atau bercakap-cakap kepada anak, usia 0-2 tahun, mengajarkan mereka untuk belajar Bahasa/Verbal, Fania termasuk yang paling cepat dalam belajar bahasa, umur 11 bulan dia sudah bisa mengucapkan 2 patah kata, ne-nek, bu-bu, berikut percakapan Ayah dan Fania, saat Fania berumur 2,3 tahun



Monday, December 8, 2014

Pengakuan jujur bocah kecil kenapa mereka bisa pacaran dan ciuman

Dear Parents

Sudah tau kah, siapa yang mengajarkan anak-anak kita pacaran dan ciuman?

simak video nya, klik disini

jangan lupa komentar ya, berbagi tips dan trik supaya anak tidak mendapat pengaruh negatif dari televisi


Saturday, December 6, 2014

Mencari Nilai atau Mencari Ilmu?

Dear Parents, 
Yuk berbagi cerita bagaimana memberi pemahamam kepada anak untuk mencari ilmu...tuliskan pengalamannya di komentar ya...Indahnya berbagi


Thursday, October 16, 2014

Memahami anak



Hari ini adalah hari ke 37 kebersamaan ku dengan Fania karena sebelum pindah ke Belanda aku hanya 2 hingga 4 kali saja bertemu fania dalam 1 bulan, dikarenakan aku tinggal dan bekerja di Pekanbaru, sementara Fania tinggal dengan "Bubu" nya di Padang

Ada pelajaran tentang cara memahami anak yang aku dapat dari kejadian tadi siang, Seperti biasanya sejak tinggal di Belanda Fania dimanjakan dengan Fasilitas Youtube yang bisa ditontonnya setiap hari, apalagi ditunjang dengan kecepatan internet belanda yang "katanya" tercepat no 4 di dunia, membuat fania, tidak perlu menunggu buffering ketika menonton Film kesukaannya

Lagi asik-asik nonton tiba-tiba sambungan internet di rumah kami terputus, di Komputer fania biasanya akan keluar Dinosaurus jika internet terputus, biasanya saya akan menjelaskan kepada Fania kalo komputernya sudah terlalu panas, sehingga Dinosaurusnya keluar dan marah, memang dilayar komputer itu yang muncul adalah gambar T-Rex yang wajahnya saja sudah keliatan seram

Biasanya Fania mau menerima penjelasanku ini dan dia akan beralih ke mainannya yang lain, tapi tidak dihari ini, dia menangis keras-keras, sambil bilang, "Ayaaaaah...Anya mau nonton !!!", seakan-akan suaranya memakai speaker active..untung saja di Beringhem Apartment ini suara teriakan kita susah untuk didengar oleh tetangga

Lalu aku jelaskan sekali lagi ke Fania "Anya komputernya itu sudah panas...itu artinya komputernya harus kita matikan dulu ya", tapi dia tidak mau, dan sambil menangis dia bilang "Pokoknya Anya tidak mau komputernya dimatikan", sekali lagi ditegaskannya dengan suara super tinggi," Tidak Mauuuuu !!!"

Wadoohhh, Aku dihardik anak sendiri, kesabaranku hampir hilang, namun cepat aku menarik nafas dalam-dalam...aku tidak ingin kesalahan beberapa hari yang lalu terjadi lagi.

Setelah ritme nafasku teratur, Aku mengatakan, "Ya sudah, berarti kalo komputernya tidak dimatikan, Dinosaurusnya gak bakalan pergi, dan Film Anya gak akan keluar" aku selalu memberitahukan konsekwensi atas sebuah perbuatan kepada Fania, agar dia bisa bertindak dan memilih apa yang harus dilakukanya

Tapi hari ini memang aneh, Fania malah terus menangis sejadi-jadinya, aku tidak tahu kenapa, lalu ku peluk dia, dan ku dekapkan ke dada untuk mengurangi isakan tangisnya, tangisannya mulai memelan, aku tanya lagi: " Fania maunya apa? dia menangis lagi sambil berujar "Anya mau nonton Timmy Time..", Timmy Time adalah salah satu film favoritnya di Youtube.. "Iya tapi kan komputernya lagi panas, kita matikan dulu yuk" ajakku, lagi-lagi tidak berhasil gelombang tangisannya mulai meninggi lagi...

Lalu kubiarkan aja dia menangis, mungkin dia memang lagi bad mood pikirku, namun aku tetap berusaha berpikir bagaimana supaya dia melupakan sambungan internet yang terputus ini. Disaat tangisannya mulai memelan karena kecapekan, aku pergi mengambil box mainannya dan membangunkan untuknya sebuah rumah dari lego, sebuah rumah yang luas daripada rumah yang sebelumnya ku buatkan untuknya, "Anya coba lihat, Ayah buat rumah yang Besaaarrr untuk Anya", dia mulai melirik lego itu, tapi masih belum semangat untuk bangkit.

Hmmm, belum berhasil gumamku, lalu aku mulai mengeraskan suara untuk menarik perhatiannya, " Ayah kasih pagar, lalu kasih kursi tamu, ada juga kursi makannya..", aku melihat reaksi Fania, dia mulai tertarik dan bangkit mendekatiku.." O.oo..Ayah lupa menaruh karpetnya, wah angkat dulu dunk, kursi-kursi ini" lanjutku, Fania mulai membantuku mengangkat kursi-kursi itu dan membantuku memasangkan karpet yang terbuat dari kertas warna-warni yang sudah ada di Box mainannya

Lalu aku mainkanlah sebuah peran dari mainannya yang ada, pura-puranya ada seorang tamu yang datang ke rumah besar itu.."tok-tok, Assalamu'alaikum, Fania nya ada di rumah..?" Fania menjawab, "Ada..", trus aku mengingatkan fania, "Anya, salam nya dibalas dulu dunk..,kalo ayah bilang Assalamualaikum anya jawabnya apa? " Waalaikumsalam" jawabnya..."nah, pintar anak ayah". Permainan itu terus berlanjut, dan aku sudah berhasil mengalihkan perhatian Fania.

Lalu Bagaimana dengan komputer dia yang masih hidup dengan gambar dinosaurus???, Tak disangka dan tidak diduga malah dia yang langsung mematikan komputer tersebut, sambil berucap: " Kita bobok kan komputernya dulu ya..biar dinosaurusnya ga keluar lagi"..., Ajaib!!!, benar-benar ajaib, sulit kupercaya tadi dia yang bersikeras tidak mau dimatikan, eh malah sekarang dia yang mematikan sendiri.., sepertinya dia tidak butuh sekedar mainan, tapi juga butuh perhatianku...artinya jika komputernya mati, maka terpikir oleh dia, untuk main sendiri, tapi kali ini tidak, aku menemaninya bermain, itulah yang membuat dia mau beralih dari komputer ke mainannya

Pelajaran yang kuambil adalah, Kita memang harus bersabar dalam menghadapi anak, beberapa kali aku pernah kehilangan kesabaran dan menghardiknya karena ketidakpatuhannya, tapi hari ini, aku belajar memahaminya, Tidak langsung memarahinya, meskipun kesabaranku tadi hampir habis...aku sudah belajar dari dua kali kesalahan besarku, Dua kali aku pernah menghardiknya, lalu pas malamnya aku berpikir..tidak sepantasnya aku menghardiknya...aku teringat kata-kata Trainer Psikologi, apa yang kita katakan kepada anak kita, maka dia akan tumbuh menjadi apa yang kita katakan, "Sekali pernah aku mengatakannya nakal dan sekali aku mengatakanya bodoh, Benar-benar ucapan yang amat kusesali sampai sekarang

aku tidak mau anakku tumbuh seperti tayangan diatas ini

Mudah-mudahan ucapan Bodoh dan Nakal yang pernah ku ucapkan akan terkikis oleh pujian pintar dan anak baik yang semakin sering ku berikan kepadanya

Semoga...